Romagnoli Optimis Milan Bisa Kalahkan Juventus

Aura positif sedang dirasakan oleh AC Milan jelang pertandingan Supercoppa Italiana menghadapi Juventus, yang diselenggarakan hari Kamis (17 Januari 2019) mendatang. Kapten tim, Alessio Romagnoli, optimis bahwa Il Diavollo Rosso bisa mengalahkan Juventus.

Di musim ini, performa AC Milan terbilang lebih baik ketimbang sebelumnya saat masih diasuh Vincenzo Montella. Saat ini, mereka sedang menempati peringkat lima klasemen sementara dan hanya tertinggal satu poin dari penghuni posisi empat, Lazio.

Dalam pertandingan sebelumnya, AC Milan berhasil mengalahkan Sampdoria di ajang Coppa Italia pada akhir pekan kemarin dengan skor 2 gol tanpa balas. Kedua gol diborong oleh Patrick Cutrone pada masa perpanjangan waktu.

Siap Kerahkan Seluruh Kemampuan
Hasil tersebut menjadi modal positif bagi anak-anak asuh Gennaro Gattuso itu untuk berduel melawan Juventus. Dengan dua kemenangan berturut-turut, kepercayaan diri tinggi pun kini telah merasuk ke tubuh Romagnoli.

“Kami sudah siap dan ingin mengerahkan seluruh kemampuan untuk memenangkan turnamen itu. Kami sangat menghormati Juventus, yang tak perlu diragukan lagi adalah tim terkuat di Italia, tapi kami juga percaya dengan kemampuan diri kami dan tahu apapun bisa terjadi ” jelas Alessio Romagnoli seperti yang dikutip dari Football Italia belum lama ini.

Optimisme Tinggi Romagnoli
Ini merupakan kali ketiga Juventus dan AC Milan bertemu di pertandingan puncak sebuah kompetisi dalam kurun waktu dua musim terakhir. Satu pertandingan berakhir dengan kemenangan Il Diavollo Rosso melalui babak adu penalti, yang membuat Romagnoli semakin optimis.

“Ini adalah sebuah ujian besar. Kami mengalahkan mereka dua tahun lalu di Doha, dan sadar bahwa kami sudah lebih kuat sekarang. Jadi sekarang kami bisa pergi ke sana dan berjuang. Saya rasa sekarang kami sudah lebih kuat ketimbang waktu dulu” tambahnya.

Juventus dan AC Milan juga sempat bertemu dalam ajang Serie A pada bulan November silam. Kala itu, Il Bianconeri mempermalukan tim tuan rumah dengan skor 2-0 berkat gol Mario Mandzukic dan Cristiano Ronaldo.

Jarang Dimainkan, Unai Emery Ingin Tendang Ozil?

Unai Emery dan Ozil

Situasi yang dialami Mesut Ozil di Arsenal semakin tak menentu. Dia jarang dimainkan dalam beberapa pertandingan terakhir, bahkan beberapa kali tidak masuk dalam skuad. Sang pelatih, Unai Emery mengisyaratkan bahwa dia ingin melepas Ozil.

Sejak Emery memegang jabatan sebegai manajer, Arsenal mengalami perubahan masif. Emery memiliki tangan dingin dan berani mencadangkan beberapa pemain yang sebelumnya “tidak tersentuh” di era Arsene Wenger, salah satunya Ozil.

Sudah beberapa kali Emery sengaja tidak memasukkan Ozil dalam skuad. Terakhir, saat Arsenal dikalahkan West Ham United (0-1) akhir pekan lalu, tak ada nama Ozil dalam skuat Arsenal. Emery pun tidak mau berdalih, dia menegaskan pemain yang ada di skuatnya adalah pemain yang layak. Peryataan Emery ini tentu saja menimbulkan spekulasi mengenai masa depan Ozil.

Gaji Besar
Dalam kabar yang dilansir Daily Mail, Ozil merupakan pemain bergaji tertinggi di Arsenal, 350.000 poundsterling tiap pekan. Tentu besaran gaji tersebut menimbulkan banyak masalah dalam skuad Arsenal secara keseluruhan.

Pertama-tama, Arsenal jadi kekurangan dana untuk merekrut pemain-pemain hebat karena harus membayar gaji yang begitu besar tiap pekan. Yang kedua, banyak pemain Arsenal yang meminta kenaikan gaji. Terbukti, Aaron Ramsey akhirnya tidak pernah mencapai kata sepakat soal kontrak baru. Kabarnya, Ramsey meminta gajinya dinaikan setara dengan Ozil, namun Arsenal ogah memenuhi tuntutan tersebut.

Alasan Berubah-ubah
Tak hanya itu, Ozil juga dinilai tidak cocok dengan taktik cepat dan agresif yang coba diterapkan oleh Emery. Mantan pelatih Paris Saint-Germain dan Sevilla ini juga selalu berdalih ketika ditanya kenapa terus mencadangkan Ozil.

Emery pernah berkata Ozil sedang cedera ringan, sakit, atau karena permainan Ozil belum menyatu dengan tim. Awal musim ini, absennya Ozil ketika melawan West Ham United disebut karena sakit, padahal Ozil ada di ruang ganti Arsenal sebelum pertandingan itu.

Pada bulan November silam, Emery mengeluhkan kemampuan fisik Ozil ketika dia ditinggalkan di pertandingan kontra AFC Bournemouth. Terakhir, di pertandingan kontra West Ham United akhir pekan lalu, Emery berkata tegas.

“Pemain yang ada di sini adalah yang layak bertanding. Terkadang dia [Ozil] membantu kami, di momen lain dia tidak membantu karena cedera atau mungkin karena pertandingan tersebut tidak cocok untuk dia,” tegas Unai Emery.

Higuain Ingin Tinggalkan Milan?

Gonzalo Higuain

Mantan pelatih AC Milan, Fabio Capello merasa puasa gol yang dialami oleh Gonzalo Higuain dalam beberapa waktu belakangan ini ada kaitannya dengan Juventus. Capello juga melihat bahwa Higuain mengisyaratkan ingin pergi dari AC Milan.

Striker tim nasional Argentina baru mengemas delapan gol dalam 21 penampilan sejak dipinjam oleh AC Milan dari Juventus di musim panas lalu. Namun, hanya dua gol yang bisa dicetak Higuain dalam sembilan penampilan terakhirnya di Serie A.

Masa sulit El Pipita semakin diperparah dengan kartu merah yang sempat diterimanya saat melawan Juventus, November 2018. Tidak hanya diusir, Higuain sebelumnya juga gagal mengeksekusi penalti sehingga pada prosesnya Il Rossoneri kalah 2 gol tanpa balas.

Higuain merupakan salah satu pemain yang direkrut oleh Capello ketika sang manajer masih menangani Real Madrid pada 2006/2007. Capello yakin mantan anak asuhannya itu sudah tidak betah merumput di San Siro.

Saat ini, Higuain sedang hangat dihubungkan dengan kepindahan ke Chelsea di bursa musim dingin. Apalagi, Chelsea ditangani oleh Maurizio Sarri, mantan pelatihnya sewaktu di Napoli. Sarri berjasa membuat performa Higuain meroket kala mencetak 38 gol untuk Napoli di Liga Italia 2015/16.

“Saya membelinya sewaktu saya masih melatih Real Madrid. Saya pikir Pipita terbebani dengan kegagalan penalti melawan Juventus. Saya lihat Pipita bermain terlalu jauh dari gawang.” Fabio Capello mengungkapkan kepada Radio Anch’io Sport seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Saya harap, untuk kebaikan mereka bersama, dia bisa mengatasi hambatan mental dan mencetak banyak gol mulai sekarang sampai akhir musim. Kualitas seorang El Pipita sudah tidak perlu diragukan lagi.’

“Firasat saya sih, Higuain ingin pergi dari AC Milan dan bermain untuk seorang pelatih yang tahu kualitas-kualitas dia dan bisa meningkatkannya,” jelas mantan pelatih Milan, Real Madrid, Roma, Juventus, dan timnas Inggris itu.

Meski Menang, Sarri Kritik Keras Penampilan Chelsea

Sarri Chelsea

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri mengaku kurang puas melihat performa timnya pada pertandingan melawan Newcastle United tadi malam. Sarri menyebut timnya tidak tampil kurang maksimal sehingga mereka nyaris kehilangan poin.

Chelsea sendiri berhasil membawa pulang tiga poin di pertandingan pekan ke 22 Premier League. Menjamu Newcastle United di Stamford Bridge, The Blues berhasil menang dengan skor tipis 2-1.

Pada pertandingan ini Chelsea unggul melalui gol cepat Pedro Rodriguez di menit 9 sebelum tim tamu membalas dengan sundulan Ciaran Clark lima menit sebelum babak pertama berakhir. Beruntung di babak kedua, Willian melepaskan tembakan melengkung yang bagus sehingga The Blues berhasil memastikan tiga poin.

Sarri sendiri mengaku senang dengan kemenangan timnya namun kurang puas permainan anak-anak asuhnya. “Saya bahagia dengan kemenangan kami,” ujar Maurizio Sarri seperti yang dilansir dari Football London.

Performa Mengecewakan
Sarri sendiri mengaku cukup kesal dengan permainan anak-anak asuhnya yang terkesan menganggap remeh Newcastle United sehingga mereka kesulitan membunuh pertandingan.

“Kami mengawali pertandingan dengan baik, namun ketika kami berhasil mencetak gol, kami merasa pertandingan sudah selesai, padahal tidak demikian. Setelah kami mencetak gol tersebut, kami berhenti bermain.”

“Saya heran mengapa kami tidak melanjutkan permainan kami. Di lima pertandingan terakhir kami kesulitan mencetak gol, dan hari ini kami berhasil mencetak mencetak gol hanya dalam waktu sembilan menit. Setelah itu kami berhenti berusaha dan kemudian muncul masalah.”

Perbaiki Mentalitas
Sarri merasa ada yang salah dengan mentalitas Eden Hazard dan kawan-kawannya sehingga dia berharap seluruh pemainnya bisa segera memperbaiki diri untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Kami gagal bereaksi ketika kami mengalami kesulitan. Hari ini kami memang tidak mengalami kesulitan yang berarti. Menghadapi Watford, kami bisa memberikan reaksi yang baik.” tandas Maurizio Sarri.

Pangkas Jarak
Dengan kemenangan atas Newcastle United ini, Chelsea kini hanya tertinggal satu poin saja dari Tottenham Hotspur di peringkat 3 klasemen sementara Premier League.

Arsenal Tidak Akan Mudah Temukan Pengganti Ramsey

Aaron Ramsey

Mantan penyerang Arsenal, Paul Mariner mengatakan bahwa The Gunners tidak akan mudah untuk mencari pengganti yang setara dengan Aaron Ramsey. Kalau ada pun, mereka harus mengeluarkan dana setidaknya 60 juta poundsterling.

Ramsey merupakan salah satu gelandang serang terbaik yang merumput di Premier League. Namun entah kenapa klub asal London Utara ini memutuskan untuk melepasnya begitu saja pada musim ini.

The Gunners sebelumnya sudah memberikannya kontrak baru. Ramsey pun juga sudah menerima kontrak itu, yang kabarnya berdurasi cukup panjang. Akan tetapi tiba-tiba Arsenal menganulir tawaran tersebut. Jadi sekarang Ramsey bisa bebas memilih klub manapun yang ingin ia perkuat musim depan.

Keputusan Bagus
Banyak klub raksasa Eropa yang sebenarnya berminat untuk merekrut Ramsey. Akan tetapi kabarnya sang pemain sudah menerima tawaran gabung Juventus.

Sebelumnya ada kabar bahwa gaji pokok yang diterima Ramsey di Arsenal adalah sebesar 5,8 juta poundsterling per musim. Namun angka itu bisa meningkat di atas 7 juta poundsterling per musim.

Menurut Mariner, wajar saja jika Ramsey menerima tawaran tersebut. “Saya mungkin akan berkata dia adalah orang yang bodoh jika dia tidak menandatangani kesepakatan itu.” ucap Paul Mariner pada ESPN FC.

“7.2 juta poundsterling selama lima tahun per tahun. Terima kasih sudah datang, beri saya penanya. Ini tidak masuk akal”, jelas Paul Mariner

Pengganti yang Mahal
Mariner menambahkan, mencari pengganti yang sesuai bagi Ramsey tentu saja sangat sulit. Apabila sudah menemukan kandidat yang cocok pun, The Gunners harus berani mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

“Arsenal sekarang harus keluar dan dengan dana 50-60 juta poundsterling untuk mencari peggantinya. Ia telah tiba, dia adalah pemain top. Jujur hal ini membunuh saya. Saya suka dengan anak ini” pujinya.

Manchester City Mulai Kerja Dybala

Paulo Dybala Juventus

Tim raksasa Premier League, Manchester City mulai melakukan ancang-ancang untuk mendapatkan Paulo Dybala. Manajemen The Citizens dikabarkan telah mengirimkan proposal penawaran kepada Juventus.

Penyerang asal Argentina itu dibeli oleh Juventus dari Palermo di bursa musim panas tahun 2015 silam. Saat itu ia pindah ke Turin setelah La Vecchia Signora membayar sang pemain seharga 23 juta poundsterling.

Dybala kemudian terus menjadi penyerang andalan Juventus. Hal tersebut tak berubah walaupun Il Bianconeri sekarang kedatangan Cristiano Ronaldo. Musim ini, ia sudah tampil sebanyak 22 kali di semua ajang kompetisi. Ia menyumbangkan tujuh gol dan tiga assist.

Gosip Perpisahan
Saat ini, Dybala masih terikat kontrak dengan Juventus sampai musim panas 2022 mendatang. Akan tetapi Daily Mail menyebut striker serbabisa tersebut bisa saja lebih cepat angkat kaki dari Turin.

Paulo Dybala disebut bisa saja pindah musim panas nanti. Kabar ini kemudian ditanggapi oleh Manchester City. The Citizens telah mengajukan penawaran resmi terhadap Juventus. Akan tetapi manajemen Bianconeri disebut tak mengindahkan penawaran tersebut.

Selain City, kabarnya Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen juga sudah menghubungi pihak Juve untuk menyatakan ketertarikannya pada Dybala. Namun Bianconeri disebut tak berminat melepasnya kecuali dibayar minimal 90 juta pounds.

Gosip Kylian Mbappe
Sebelumnya Juventus juga disebut siap mengorbankan Dybala. Hal itu akan mereka lakukan agar bisa mendatangkan penyerang muda asal Prancis, Kylian Mbappe dari Paris Saint-Germain.

Mbappe oleh Juventus disiapkan untuk menjadi suksesor Ronaldo di masa depan. Pemenang Piala Dunia bersama tim nasional Prancis itu baru berusia 20 tahun dan sudah meraih berbagai gelar penghargaan.

Juventus juga disebut cukup optimis bisa memboyong Mbappe karena Paris Saint-Germain kini sedang dalam ancaman sanksi Financial Fair Play [FFP]. Les Parisien disebut harus menjual salah satu antara Mbappe atau Neymar jika tidak ingin terkena saksi FFP.

Paul Pogba Lebih Suka MU Yang Sekarang

Paul Pogba MU

Gelandang Manchester United, Paul Pogba mengatakan bahwa gaya permainan yang kini diusung caretaker MU, Ole Gunner Solskjaer sesuai dengan apa yang diinginkan oleh para pemain.

Di bawah asuhan Solskjaer, permainan Manchester United lebih fokus dalam pendekatan offensif. Hal tersebut sangat berkebalikan dengan era manajer sebelumnya, Jose Mourinho yang lebih suka dengan gaya permainan pragmatis.

Sejak posisi manajer diambil alih Solskjaer, United berhasil menyapu bersih tiga kemenangan secara berturut-turut dengan mencetak total 12 gol, termasuk kemenangan 4-1 atas AFC Bournemouth, Minggu (30 Desember 2018) dinihari WIB.

Gaya Berbeda
Pogba tampil sebagai pahlawan kemenangan The Red Devils atas AFC Bournemouth dengan menciptakan dua gol dan satu assist. Dalam pertandingan sebelumnya melawan Huddersfield Town, gelandang asal Prancis itu juga mencetak dua gol.

“Ada yang berbeda. Kami masih memenangkan beberapa pertandingan dengan manajer lama, akan tetapi yang ini benar-benar gaya bermain yang berbeda, saya bisa katakan lebih menyerang, jadi kami menciptakan lebih banyak peluang,” jelas Paul Pogba kepada Sky Sports.

“Jadi, kami mencoba untuk terus bermain seperti itu. Seperti itulah kami ingin bermain, kami ingin menyerang dan itulah yang akan coba kami terapkan di atas lapangan,” sambung Paul Pogba.

Semangat Manchester United
Lebih lanjut, Paul Pogba juga mengakui ada semangat berbeda yang ditunjukkan timnya usai kedatangan Ole Gunner Solskjaer. Pogba pun berharap sembangat ini mampu membawa timnya bisa berprestasi bagus di akhir musim nanti.

“Sepertinya kami baru menyadari bahwa kami ini adalah Manchester United, kami harus tetap mempertahakannya, kami harus bisa sampai di puncak klasemen dan terus berada di sana,” tutur pemain tim nasional Prancis ini.

“Reaksi dari smeua pemain, semuanya menikmati permainan mereka, itulah yang kami harapkan selama ini. Semua pemain bermain untuk satu sama lain dan mereka bisa meraih hasilnya di lapangan,” demikian kata Paul Pogba mengakhiri pembicaraan.

Navas Tergeser Dari Posisi Kiper Utama, Courtois Justru Kasihan

Courtois Navas

Thibaut Courtois seharusnya mereka berbangga hati, pasalnya dia berhasil merebut posisi kiper utama Real Madrid dari Keylor Navas. Namun yang terjadi justru sebaliknya, penjaga gawang tim nasional Belgia tersebut malah merasa sedih dengan itu.

Courtois sempat merasakan hangatnya bangku cadangan dalam dua pertandingan pertama Los Merengues di La Liga musim ini. Dia baru melakoni debutnya saat menghadapi Leganes yang diselenggarakan pada bulan September lalu.

Seiring waktu berjalan, Thibaut Courtois mulai diberi kesempatan tampil lebih sering oleh sang pelatih, Julen Lopetegui. Bahkan ketika Santiago Solari mengambil alih sebagai pelatih, posisinya sebagai kiper utama Real Madrid semakin tidak tergantikan.

Thibaut Courtois merasa Kasihan Pada Keylor Navas
Courtois berhasil menggeser Navas, yang notabene merupakan penjaga gawang Real Madrid saat menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun. Meskipun begitu, Courtois mengaku hubungannya dengan Navas sampai saat ini masih baik-baik saja.

“Saya dan Keylor Navas saling respek satu sama lain dan hubungan kami sampai sekarang sangat baik,” ujar Thibaut Courtois seperti yang dilansir dari harian Marca.

Sangking baiknya, Courtois bahkan merasa kasihan tiap kali melihat Navas harus merelakan posisinya dan lebih sering menempati bangku cadangan. Baginya, minimnya kesempatan tampil bukan merupakan hal yang bagus untuk seorang pemain.

“Saya sedang bicara mengenai pemain yang telah memenangkan tiga gelar Liga Champions, dan saya yakin tidak mudah baginya untuk terus berada di bangku cadangan,” lanjut Thibaut Courtois.

Semua Keputusan Pelatih
Lebih lanjut, kesempatan bermain lebih sering merupakan hal yang diimpikan oleh seorang pemain, apalagi posisi penjaga gawang. Walaupun demikian, Courtois tidak bisa membantah apa yang pelatih inginkan darinya.

“Sebagai pemain sepak bola, kami semua tahu bahwa harus kerja keras dan jika tidak, maka kami tidak dimainkan. Untuk seorang penjaga gawang, bermain berkali-kali di tiap pekannya adalah hal yang diinginkan” demikian tutup Thibaut Courtois.

Beberapa waktu yang lalu, Navas sempat mengunkapkan keluh kesahnya. Penjaga gawang asal Kosta Rika ini mengeluhkan soal minimnya kesempatan bermain pada musim ini meski statusnya adalah kiper inti pada tiga babak final Liga Champions.

Klopp Kirim Simpati Atas Pemecatan Mourinho

Klopp Mourinho

Pemecatan Jose Mourinho dari kursi kepemimpinan Manchester United mengundang simpati dari kolega-koleganya sesama pelatih, tidak terkecuali pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Klopp bisa merasakan bahwa Mourinho telah menjalani hari-hari yang berat dalam beberapa bulan terakhir ini.

Mourinho sudah dipastikan mundur kursi kepelatihan MU selang beberapa hari setelah timnya dipermalukan oleh Liverpool di ajang Premier League. Kekalahan 1-3 tersebut dianggap sebagai puncak dari hasil buruk yang ditorehkan The Red Devils musim ini.

Performa MU sendiri memang tidak bisa dikatakan bagus, dengan catatan lima kekalahan dari 17 pertandingan. Bahkan runner up musim lalu itu sempat menduduki peringkat delapan klasemen sementara Premier League musim ini.

Klopp Kirim Simpati Pada Mourinho
Pemecatan Mourinho tersebut pun mengundang reaksi dari Klopp, yang bisa dibilang menjadi salah satu penyebab kekalahan MU atas Liverpool akhir pekan kemarin. Ia merasakan simpati terhadap apa yang dilalui oleh eks nahkoda Chelsea tersebut.

“Jose Mourinho adalah orang yang sangat kompetitif, sangat ambisius, dengan kesuksesan yang luar biasa dan saya bisa membayangkan beberapa bulan terakhir yang tidak bisa dinikmati, khususnya bagi dia,” ungkap Juergen Klopp kepada wartawan.

“Kita tidak boleh melupakan semua apa yang sudah dia menangkan. Saya akui bahwa Jose Mourinho adalah pelatih yang luar biasa,” lanjut Juergen Klopp.

Mourinho Bersama MU
Jika menilik apa yang sudah dimenangkan Mourinho selama ini, wajar jika Klopp tetap mengakui sosok asal Portugal tersebut sebagai pelatih hebat. Selama berkarir di Inggris, baik bersama Manchester United dan juga Chelsea, ia telah meraih sekitar sembilan gelar bergengsi.

Kedatangannya di MU pada tahun 2016 juga menumbuhkan keyakinan publik pasca kesuksesan era Sir Alex Ferguson berakhir. Pada musim pertamanya sebagai juru taktim MU, mantan manajer Chelsea dan Real Madrid ini langsung mempersembahkan gelar Liga Europa dan juga Carabao Cup.

Di musim kemarin, ia gagal memenangkan gelar. Namun, torehan sebagai runner-up Premier League serta FA Cup juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Yang pastinya, torehan tersebut cukup apik untuk disebut sebagai persembahan terakhir Mourinho untuk MU.

Madrid Harus Menderita Dulu Untuk Akhir Musim Yang Manis

Real Madrid

Defender Real Madrid, Raphael Varane, mengatakan jika tidak selamanya timnya akan meraih hasil bagus. Sebab, jalan untuk menuju keberhasilan harus dilalui dengan mengalami banyak momen pahit yang membuat tim harus menderita.

Setelah memenangkan tiga gelar Liga Champions tiga musim berturut-turut, Real Madrid mengalami banyak perubahan di musim 2018/2019. Perjalanan El Real pun sejauh ini bisa dikatakan masih jauh dari kata mengesankan. Performa Madrid masih naik turun.

Real Madid baru saja menelan kekalahan 3 gol tanpa balas dari CSKA Moskow di Liga Champions. Padahal pertandingan ini berlangsung di Santiago Bernabeu, kekalahan terburuk sepanjang sejarah klub. Madrid pun masih tertahan di posisi ke-4 klasemen La Liga hingga pekan ke-16.

Harus Menderita Lebih Dulu
Masa-masa sulit memang harus dilalui oleh Real Madrid musim 2018/2019. Walaupun performa tim mulai menunjukkan peningkatan, masih banyak kekurangan di Madrid. Namun, Raphael Varane tidak melihat ada masalah dengan jalan terjal tersebut.

“Untuk bisa mengakhiri sebuah musim dengan hasil yang baik, kami juga harus tahu bagaimana rasanya menderita,” ucap Raphael Varane seperti yang dilansir dari Marca.

Bek tim nasional Prancis tersebut berucap demikian setelah Real Madrid hanya menang dengan skor 1-0 saat menjamu Rayo Vallecano. Bahkan, dalam beberapa bagian di pertandingan itu, Madrid sempat mendapatkan tekanan dari sang lawan.

“Kami punya kesempatan untuk menguasai permainan di babak pertama, tapi kami gagal. Tapi, kami sudah bekerja dengan baik dan mendapat tiga poin. Thibaut Courtois membuat sebuah penyelamatan di menit akhir dan kami senang,” papar Varane.

Tampil Maksimal di Piala Dunia Antarklub
Masih terseok-seok di ajang La Liga, Raphael Varane tetap percaya diri menatap langkah Real Madrid di ajang Piala Dunia Antarklub 2018. Varane yakin Madrid akan mempertahankan gelar juara yang telah mereka dapatkan dalam dua tahun terakhir.

“Kami pergi ke Piala Dunia Antarklub dengan rasa kepercayaan diri yang tinggi. Saya yakin Real Madrid akan memberikan performa yang terbaik,” tegas Varane seperti dikutip dari Marca.

Real Madrid akan melawan tim asal Jepang, Kashima Antlers dalam babak semifinal Piala Dunia Antarklub. Pertandingan ini rencananya akan diselenggarakan pada Rabu (19 Desember 2018) malam WIB.