Kalahkan Cardiff City, Arsenal Kudeta Posisi Chelsea

Arsenal

Kemenangan Arsenal atas Cardiff City disebut sangat berarti untuk Unai Emery. Pasalnya, kemenangan itu membuat The Gunners menggeser Chelsea di posisi empat sekaligus menjaga asa Arsenal di persaingan finis di zona Liga Champions.

Pertandingan itu berlanysung cukup sulit bagi The Gunners, Cardiff City mampu memberikan tekanan kepada mereka. Arsenal baru bisa memecah kebuntuan di menit ke-66 melalui eksekusi penalti Pierre-Emerick Aubameyang.

Emery mengakui pertandingan itu cukup sulit, perbedaannya begitu tipis. Dia juga menyebut permainan Arsenal sedikit menurun di babak pertama, tapi mereka bisa berkembang di babak kedua. Baginya, kemenangan itu juga sangat penting, pasalnya saat yang sama Manchester United cuma imbang.

Tiga Poin Penting
Arsenal saat ini berada di peringkat keempat klasemen sementara dengan 47 poin dari 24 pertandingan. Mereka menggeser Chelsea yang di saat bersamaan dikalahkan Bournemouth, tapi juga harus berhati-hati dari kejaran MU di peringkat keenam.

Faktor itulah yang membuat Emery meyakini tambahan tiga poin itu sangat penting untuk timnya. “Saya bahagia. Perbedaan dalam pertandingan ini hanya soal detail-detai kecil,” ungkap Unai Emery di Sky Sports.

“Kami mengalami banyak kesulitan dalam pertandingan ini namun tambahan tiga poin kali ini sangatlah penting. Newcastle United menang, Burnley bermain imbang dengan Manchester United, dan kami menang.”

Arsenal Pantas Menang
Lebih lanjut, Emery percaya Arsenal memang pantas menang atas Cardiff City. Setelah bermain standar di babak pertama, mereka mau menyadari kekurangan mereka dan tampil jauh lebih baik di babak kedua untuk mencetak dua gol.

“Kami bermain jauh lebih baik di babak kedua, menguasai pertandingan dan menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol. Secara keseluruhan, saya pikir kami pantas mendapatkan hasil di babak kedua,” demikian tutup Unai Emery.

Solskjaer Setingkat Di Atas Guardiola dan Ancelotti

Ole Gunnar Solskjaer

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer gagal mempertahankan tren kemenangan berturut-turut MU. Namun, Solskjaer disebut sudah setingkat di atas Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti. Dalam hal apa?

Menjamu Burnley di Old Trafford, Rabu (30 Januari 2019) dini hari WIB, MU dalam kepercayaan diri tinggi usai rentetan delapan kemenangan berturut-turut di seluruh kompetisi, tujuh di liga dan dua di Piala FA.

Kedatangan Solskjaer mengubah segalanya dan membuat MU tampil ganas seperti raksasa Eropa. Namun, Burnley mampu memberi kejutan ketika mereka unggul dua gol lebih dulu melalui Ashley Barnes pada menit ke-51 dan Chris Wood di menit ke-81.

Penalti Paul Pogba di menit ke-87 membuka harapan bagi The Red Devils meraih poin sebelum akhirnya Victor Lindelof menjebol gawang yang dikawal Joe Hart di menit ke-91. Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan usai.

Rentetan kemenangan MU pun terhenti di angka enam namun Solskjaer tetap bisa menepuk dada pasalnya debutnya sebagai manajer MU, walaupun berstatus sebagai manajer sementara, tetap lebih baik ketimbang dua nama top, Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti.

Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti sempat memegang rekor sebagai manajer dengan start terbaik pada debutnya sebagai manajer di tim Premier League.

Dari tujuh pertandingan awal Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United di Premier League, manajer berkebangsaan Norwegia ini berhasil meraih 19 poin hasil dari enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Sementara, Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti sama-sama membukukan 18 poin dalam kurun waktu serupa, enam kemenangan dan satu kali imbang.

Kegagalan pertama Guardiola meraih angka penuh di liga ketika Manchester City dikalahkan Tottenham Hotspur 0-2 di musim 2016/2017, sementara Ancelotti saat Chelsea menelan kekalahan 1-3 atas Wigan Athletic.

Piatek Ingatkan Gattuso Pada Rekan Setimnya Dulu

Piatek-AC-Milan

Manajer AC Milan, Gennaro Gattuso, melihat bahwa sosok Krzysztof Piatek sangat mirip dengan rekan setimnya dulu. Dia adalah penyerang asal Denmark yang pernah memperkuat Il Rossoneri, Jon Dahl Tomasson.

Tomasson merumput di San Siro selama tiga musim, terhitung dari tahun 2002 lalu. Selama membela klub asal kota mode itu, ia mengoleksi total 113 penampilan dan membukukan 35 gol. Juga meraih empat gelar penting bersama Rossoneri.

Pria yang juga sempat bermian untuk VfB Stuttgart dan Villarreal itu mengakhiri karirnya di klub Belanda, Feyenoord, pada tahun 2011. Kini, Jon Dahl Tomasson sedang melakoni karirnya dalam dunia kepelatihan dengan menjadi asisten Age Haraide di Tim nasional Denmark.

Mirip Jon Dahl Tomasson
Gattuso, yang pernah satu tim dengan Tomasson, mengaku teringat akan dirinya saat melihat Krzysztof Piatek. Baginya, pemain yang baru saja direkrut dari Genoa dengan mahar 36 juta euro tersebut punya beberapa kesamaan dengan Tomasson.

“Krzysztof Piatek membuat saya teringat akan Jon Dahl Tomasson. Mereka berdua punya beberapa karakteristik yang mirip,” tutur Gennaro Gattuso kepada Milan TV menjelang pertandingan Coppa Italia kontra Napoli, Rabu (30 Januari 2019) nanti.

“Jon Dahl Tomasson tak pernah berhenti berlatih dan memberi kami bantuan besar, juga ketika dia bermain sejak awal,” lanjut Gennaro Gattuso.

Piatek Senang Mengamati
Pada pertandingan melawan Napoli di ajang Serie A hari Minggu (27 Januari 2019), di mana kedua tim bermain imbang 0-0, Piatek turut berpartisipasi sebagai pemain pengganti. Gattuso sendiri mengaku suka dengan gaya bermain Piatek.

“Krzysztof Piatek baru saja datang ke sini, tapi saya suka melihat permainnya. Dia suka mengamati, berbicara, dan turut serta dalam struktur di sini secara langsung,” lanjut Gennaro Gattuso.

Piatek sendiri direkrut AC Milan untuk jadi pengganti Gonzalo Higuain yang memilih hengkang ke Chelsea beberapa hari lalu. Bersama Genoa, ia berhasil mengoleksi total 19 gol dari 21 penampilannya di Serie A maupun Coppa Italia.

MU Bisa Jegal Chelsea Untuk Dapatkan Nicolo Barella

Nicolo Barella

Keinginan Chelsea untuk mendapatkan tanda tangan Nicolo Barella sepertinya tidak akan terwujud. Pasalnya, sang pemain kabarnya lebih memilih untuk bergabung dengan rival Chelsea, Manchester United.

Pada bursa transfer musim dingin ini, Chelsea dikabatkan mengejar sejumlah gelandang baru. The Blues tengah mencari sosok pengganti Cesc Fabregas yang pindah ke AS Monaco beberapa waktu yang lalu.

Tim yang bermarkas di London Barat itu dikabarkan sudah menemukan kandidat yang sesuai untuk menggantikan Fabregas. Mereka membidik Nicolo Barella yang selama beberapa musim terakhir tampil apik di sektor tengah Cagliari.

Namun dalam kabar yang dikutip dari Gazzetta Dello Sport, Chelsea tidak akan mudah untuk mendapatkan tanda tangan gelandang 21 tahun itu. Pasalnya sang pemain lebih memilih untuk bergabung dengan Manchester United.

Sudah Lama diincar Maurizio Sarri
Berdasarkan laporan dari Gazzetta Dello Sport, Chelsea benar-benar serius ingin mendatangkan Barella. Pasalnya sang pemain sudah lama menjadi incaran pelatih The Blues, Maurizio Sarri.

Sarri sendiri dirumorkan sudah mengintai Barella sejak dia menangani Napoli. Didikan akademi Cagliari itu kabarnya memukau perhatian Sarri di mana dia menilai sang gelandang bakal cocok bermain dalam skema permainannya.

Alhasil setelah kepergian Fabregas, Sarri tidak butuh waktu lama untuk memilih siapa yang pantas menjadi penggantinya, di mana ia ingin menghidupkan ketertarikannya kepada sang gelandang.

Ditikung Manchester United
Masih dari laporan Gazzetta Dello Sport tersebut, tidak hanya Chelsea yang berminat dengan Barella. Pasalnya Manchester United juga disebutkan mengirimkan proposal penawaran untuk sang gelandang.

Manchester United dikabarkan ingin mendatangkan Barella ke Old Trafford. Sang gelandang diproyeksikan untuk menggantikan Marouane Fellaini dan Andreas Pereira yang dikabarkan akan angkat koper dari MU musim panas nanti.

Nicolo Barella sendiri kabarnya sudah menerima tawaran dari Manchester United maupun Chelsea. Namun sang gelandang disebut lebih tertarik untuk pindah ke The Red Devils dketimbang The Blues.

Morata Segera Gabung Atletico Madrid?

alvaro Morata

Mantan pemain Atletico Madrid, Milinko Pantic memberi dukungan kepada Alvaro Morata untuk merapat ke Wanda Metropolitano. Pantic berpendapat bahwa striker Chelsea tersebut bisa meraih sukses di Atletico Madrid.

Morata saat ini sedang mengalami kesulitan bersama The Blues. Performa dari striker berkebangsaan Spanyol tersebut tak kunjung moncer dan ingin segera angkat kaki dari Stamford Bridge.

Mantan pemain Juventus dan Real Madrid tersebut dikabarkan akan bergabung dengan Atletico Madrid dalam waktu dekat ini. Morata akan diboyong dengan status pinjaman hingga akhir musim 2018/2019.

Morata sendiri mengawali karirnya di Atletico Madrid sebelum ia bergabung dengan akademi Real Madrid pada 2008. Pantic adalah salah satu pelatih di akademi sepakbola Atletico Madrid saat sang pemain menjadi bagian dari klub.

Bisa Berhasil di Aletico Madrid
Pantic tentu saja merasa akan sangat bahagia jika Morata bisa benar-benar kembali ke Aletico Madrid. Sosok berusia 52 tahun tersebut meyakini Morata bisa meraih kesuksesan di klub.

“Alvaro Morata akan menjadi rekrutan yang bagus untuk Aletico Madrid. Hidup berputar dan dia akan pulang ke klub lamanya,” ungkap Milinko Pantic dalam wawancara bersama Radio MARCA

“Alvaro Morata akan datang untuk menunjukkan bahwa dia tidak pernah ingin pergi dari klub dan para penggemar harus melihat penampilannya dan bukan masa lalunya di Real Madrid karena dia pasti akan berhasil.”

Pengganti Morata
Klub raksasa asal London Barat ini sendiri sudah menemukan sosok untuk menggantikan Alvaro Morata di sektor depan. Dia adalah Gonzalo Higuain yang baru saja didatangkan dari Juventus.

Striker tim nasional Argentina itu datang ke Stamford Bridge dengan status pinjaman hingga akhir musim. Higuain menghabiskan paruh pertama musim ini di AC Milan dan kurang terlalu sukses di sana.

Milan Skriniar Tolak MU Dan Ingin Bertahan Lama di Inter Milan

Manchester United harus mengubur impian mereka dalam-dalam terkait keinginan mengejar Milan Skriniar. Pasalnya Skriniar menegaskan tidak ingin hengkang dan bahkan dia ingin menandatangani kontrak baru.

Sejak direkrut dari Inter Milan dari Sampdoria musim lalu, Skriniar langsung tampil mengesankan. Defender tim nasional Slovakia itu jadi andalan Il Nerazzurri di sektor dan membawa klub itu bisa bersaing di papan atas.

Performa oke Skriniar itu membuatnya diburu oleh sejumlah klub raksasa Eropa, khususnya MU yang tengah mencari bek tengah baru untuk membenahi barisan pertahanannya. Skriniar dianggap sosok yang pas melihat penampilannya di Inter Milan serta usianya yang baru 23 tahun.

Kabarnya MU sudah mempersiapkan dana sebesar 100 juta euro untuk memboyong sang defender ke Old Trafford paling cepat di bursa musim dingin Januari ini. Tapi, The Red Devils terpaksa mengubur impian mereka dalam-dalam.

Pasalnya Inter Milan tidak bersedia menjual sang pemain dan Skriniar pun sudah menegaskan bahwa masa depannya adalah di Inter Milan. Bahkan dia siap menekan kontrak baru berdurasi jangka panjang.

“Semua orang tahu bahwa saya ingin bertahan di Inter Milan, saya punya hubungan yang baik dengan klub dan juga orang-orang dalam klub ini,” ungkap Milan Skriniar seperti yang dikutip FourFourTwo.

“Saya dan pihak klub sudah bicara mengenai kontrak baru dan tidak lama lagi negosiasi ini akan selesai. Apakah itu di bulan Februari? Kami tengah mencari waktu terbaiknya,” lanjut Milan Skriniar.

“Saya sangat ini memenangkan trofi bersama Inter Milan; Kami sudah lama puasa gelar dan semua menginginkannya,” demikian tutup Milan Skriniar.

Sejauh ini Milan Skriniar total sudah tampil 64 kali di seluruh ajang kompetitif bersama La Beneamata dan mantan pemain Sampdoria tersebut berhasil mencetak empat gol.

Istri Icardi Sebut Sang Suami Akan Bertahan Di Inter Milan

Icardi Inter Milan

Sebuah kabar gembira diterima oleh Inter Milan. Mauro Icardi dipastikan akan melanjutkan karirnya bersama La Beneamata lebih lama lagi, seperti yang diungkapkan oleh sang agen.

Selama beberapa bulan terakhir, Inter Milan dikabarkan terus melakukan negosiasi kontrak baru dengan Icardi. Klub asal kota mode ini bertekad mempertahankan penyerang asal Argentina tersebut dari kejaran sejumlah klub top Eropa seperti Real Madrid dan Manchester United.

Namun beberapa waktu yang lalu, agen yang juga istri Icardi, Wanda Nara menyebut bahwa masih belum ada titik temu soal mengenai kontrak baru Icardi dengan Inter Milan. Bahkan, Wanda pada saat itu menyebut proses negosiasi kontrak baru Icardi masih belum menemui kata sepakat karena perbedaan pandangan dari kedua belah pihak.

Namun baru-baru ini, Wanda memberikan kabar baik jika proses pembicaraan kontrak Icardi sudah hampir selesai. “Ada kemungkinan yang cukup nyata Mauro akan tetap menjadi pemain Inter Milan untuk waktu yang lama,” jelas Wanda Nara kepada Tiki Taka.

Progress Positif
Dalam kesempatan tersebut, Wanda mengonfirmasi bahwa pihaknya baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan pihak Inter Milan untuk melanjutkan negosiasi mengenai kontrak baru Icardi. Wanda menyebut ada progress yang nyata dalam proses perpanjangan kontrak ini sehingga wanita asal Argentina ini menyebut kontrak baru Icardi akan segera selesai.

“Sepertinya kami akan segera mencapai kata sepakat. Saya harap minggu ini menjadi minggu yang penting, di mana telepon saya akan selalu menyala, dan dalam pandangan saya dia 100% akan menandatangani kontrak barunya.”

Tidak Pengaruhi Tim
Wanda Nara melanjutkan, juga mengkritik pemberitaan media yang melaporkan bahwa suasana ruang ganti Inter Milan sedikit memanas karena proses negosiasi kontrak baru sang kapten. Dia menilai pernyataan itu sama saja dengan merendahkan Inter Milan.

“Saya kesal mendengarkan orang-orang berbicara bahwa situasi tim terpengaruh dengan perpanjangan kontrak Mauro. Itu sama saja menyebut Inter Milan adalah klub yang lemah dan itu salah besar!” tandasnya.

Kontrak Baru
Menurut laporan yang berkembang di media, dalam kontrak barunya itu Icardi akan memperoleh gaji sebesar 7,5 juta Euro dalam satu musim jika dia mau menambah masa baktinya di Giuseppe Meazza.

Diego Simeone Tolak Latih MU

Keinginan Manchester United untuk merekrut Diego Simeone di musim panas nanti nampaknya tidak akan terwujud. Simeone kabarnya akan menolak tawaran itu dengan menandatangani kontrak baru di Atletico Madrid.

Manchester United saat ini sedang giat mencari manajer baru. Mereka mencari pelatih tetap sebagai pengganti dari Jose Mourinho yang dipecat pada pertengahan Desember kemarin.

Salah satu nama yang masuk dalam daftar belanja MU adalah Diego Simeone. Pelatih Atletico Madrid itu dinilai memiliki reputasi yang bagus selama menangani Los Rojiblancos sehingga manajemen MU disebut ingin merekrutnya.

Namun dalam laporan yang dilansir dari harian AS, keinginan MU tersebut bakal sulit terwujud. Pasalnya sang pelatih akan segera menandatangani kontrak baru di Atletico Madrid.

Perpanjang Kontrak
Simeone sendiri sejatinya masih terikat kontrak yang cukup lama bersama Atletico Madrid. Kontraknya akan habis pada musim panas tahun 2020 mendatang.

Namun Atletico Madrid sangat puas dengan kepemimpinan mantan manajer Lazio tersebut. Alhasil mereka ingin menambah durasi kerjasama dengan sang pelatih. Laporan itu mengklaim bahwa Simeone sepakat untuk menambah kontraknya dengan durasi satu tahun, hingga tahun 2021 mendatang.

Tidak Tertarik
Menurut laporan tersebut, salah satu alasan Simeone memperpanjang kontrak di Atletico Madrid karena tidak tertarik pindah ke Manchester United. Simeone kabarnya sudah memiliki pekerjaan impian yang ia incar. Manajer berkebangsaan Argentina ini ingin melatih mantan klubnya, Inter Milan.

Namun saat ini, Inter Milan relatif tampil stabil di bawah kepemimpinan Luciano Spalletti. Alhasil Simeone menunggu pekerjaan itu datang sambil menambah jam terbangnya di Atletico Madrid.

Runner Up Sementara La Liga
Sampai sejauh ini Simeone berhasil mengantarkan Atletico Madrid menempati posisi runner up sementara La Liga Spanyol, tertinggal enam poin dari sang pemuncak klasemen, Barcelona.

Manchester United Sangat Siap Hadapi Arsenal

Manchester United

Gelandang Manchester United, Juan Mata mengatakan bahwa timnya sama sekali tidak berniat untuk mengendurkan kakinya dari pedal gas dan bersiap untuk mengalahkan Arsenal di pertandingan akhir pekan nanti.

Manchester United kembali ganas seperti dulu sejak ditangani oleh Ole Gunnar Solskjaer. The Red Devils pun akhirnya berhasil meraih tujuh kemenangan secara berturut-turut di semua ajang kompetitif.

Kemenangan terakhir didapatkan oleh Manchester United saat mereka bermain melawan Brighton & Hove Albion di matchday 23 Premier League akhir pekan kemarin. Di pertandingan yang diselenggarakan di Old Trafford itu, MU menang 2-1.

Setelah berduel melawan Arsenal, The Red Devils akan berduel melawan Burnley di pentas Premier League. Pertandingan itu diselenggarakan pada hari rabu 30 Januari mendatang di Old Trafford.

Lawan Sulit
Akan tetapi sebelum itu mereka harus bertanding lebih dahulu melawan Arsenal. Paul Pogba dan rekan-rekannya dipertemukan di babak keempat Piala FA pada hari Sabtu, 26 Januari 2019 akhir pekan ini.

Mata menyebut pertandingan itu akan berjalan dengan sengit. Akan tetapi MU sudah siap menghadapi The Gunners dan siap meraih kemenangan berkat modal positif yang mereka dapatkan dalam tujuh pertandingan sebelumnya.

“Sekarang kita akan menatap ke depan dan, pada Jumat malam, Piala FA kembali dengan pertandingan yang sangat berat menghadapi salah satu tim terbesar di Inggris, Arsenal,” tulis Mata dalam blog pribadinya, JuanMata8.

“Emirates adalah stadion yang luar biasa, selalu sulit untuk bermain di sana, dan kali ini pertandingan itu penting karena kami akan bermain untuk menjalani kompetisi yang, seperti Anda semua tahu, sangat penting bagi kami.”

“Arsenal baru saja mengalahkan Chelsea dan karena itu mereka akan berada di tempat yang baik dalam hal kepercayaan diri, namun kami berniat untuk terus terus menekan mereka hingga akhir,” demikian kata Juan Mata mengakhiri pembicaraan.

Meski Menang, Permainan City Tak Puaskan Guardiola

Manajer Manchester City, Josep Guardiola meminta para pemainnya untuk meningkatkan performa walaupun mereka baru saja mempermalukan Huddersfield Town dengan skor telak 3 – 0.

Dalam pertandingan ini, City sukses menang tiga gol tanpa balas. Danilo membuka keunggulan tim tamu lewat golnya di babak pertama sebelum Raheem Sterling dan Leroy Sane menyempurnakan kemenangan berkat gol yang mereka cetak di babak kedua.

Kemenangan ini membuat Manchester City kembali menjaga selisih empat poin dengan tim pemimpin klasemen sementara Premier League, Liverpool dan tetap menjaga peluang mereka mempertahankan gelar juara.

Perasaan Josep Guardiola
Walaupun timnya menang, Guardiola menegaskan bahwa dirinya masih belum puas dengan keseluruhan permainan yang diperlihatkan Sergio Aguero dan rekan-rekannya karena fokus mereka kini sudah harus terus berusaha mengejar Liverpool.

“Kami senang dengan kemenangan tim tapi setelah itu kami harus menganalisis apa yang telah kami lakukan, dan jika kami ingin menang di masa depan kami harus bermain lebih baik. Dari permainan kami, kami pantas menang lebih dari tiga gol,” ujar Guardiola seperti dikutip Four Fouw Two.

“Kami akan lebih baik di masa depan. Kami harus bisa tampil lebih baik dalam setiap pertandingan dan melakukan yang terbaik, tapi terkadang itu sulit. Mereka bertahan dalam dan melakukan penjagaan man to man,” tambahnya.

Tuntutan Guardiola
Guardiola mengakui bahwa normal jika anak asuhnya mengalami penurunan performa dalam beberapa kesempatan. Karena itu, mantan manajer Barcelona dan Bayern Munchen itu terus berupaya menyuntikkan semangat kepada para penggawa The Citizens.

“Memasuki babak kedua kami lebih baik, terutama di 15 menit pertama. Tempo permainan kami tidak cukup cepat di babak pertama, tapi kami menerima hasil tersebut. Saya jujur pada mereka dan mengatakan pada mereka apa yang saya rasakan,” tutur Guardiola.

“Kami harus mencoba mencari alasan mengapa kami bermain sedikit lambat. Setelah semua yang dilakukan para pemain pada 16, 17 bulan terahir, akan terjadi kekurangan intensitas atau tidak mau berlari,” tukasnya.