Prediksi Skor Roma Vs Bologna 19 Februari 2019

Prediksi Skor Bola Malam Ini menghadirkan Roma Vs Bologna yang akan disiarkan Bein Sport hari Selasa, 19 Februari 2019, pada pukul 02:30 WIB, bertempat di Olimpico.

Bologna di prediksi akan menjalani hari berat pekan ini, sebagaimana mereka akan bertandang ke markas Roma yang terkenal angker. Situasi sekarang menjelaskan bahwa Roma sedang berada dalam performa terbaiknya, terbukti mereka baru saja menang atas Porto di Liga Champions.

Kemenangan ini memberikan semangat besar bagi Roma untuk terus meraih kemenangan demi merangsek kembali ke posisi empat besar. Sementara itu, kemenangan pula dibutuhkan oleh Bologna sebagaimana mereka berada pada posisi klasemen tengah, dan posisi itu sendiri belum aman bagi mereka.

Kemenangan jelas lebih besar dimiliki oleh Roma, bukan hanya bermain dikandang sendiri, namun Roma memiliki catatan bagus ketika berjumpa Bologna. Liga Italia hari banyak mengeluarkan prediksi skor 3-0 dirasa layak menutup pertandingan malam ini, karena Bologna belum cukup mampu mengimbangi penguasaan bola yang dialirkan oleh Edin Dzeko cs.

Head To Head Roma Vs Bologna:

[23.09.18] Bologna 2 : 0 Roma
[31.03.18] Bologna 1 : 1 Roma
[29.10.17] Roma 1 : 0 Bologna
[09.04.17] Bologna 0 : 3 Roma
[07.11.16] Roma 3 : 0 Bologna

5 Pertandingan Terakhir Roma:

[13.02.19] Roma 2 : 1 FC Porto
[09.02.19] Chievo 0 : 3 Roma
[04.02.19] Roma 1 : 1 AC Milan
[31.01.19] Fiorentina 7 : 1 Roma
[27.01.19] Atalanta 3 : 3 Roma

5 Pertandingan Terakhir Bologna:

[10.02.19] Bologna 1 : 1 Genoa
[04.02.19] Inter 0 : 1 Bologna
[27.01.19] Bologna 0 : 4 Frosinone
[20.01.19] Spal 1 : 1 Bologna
[13.01.19] Bologna 0 : 2 Juventus

Prediksi Susunan Pemain:

Roma: Robin Olsen, Rick Karsdorp, Konstantinos Manolas, Ivan Marcano, Aleksandar Kolarov, Bryan Cristante, Steven N’Zonzi, Nicolo Zaniolo, Lorenzo Pellegrini, Stephan El Shaarawy, Edin Dzeko.

Bologna: Lukasz Skorupski, Mitchell Dijks, Filip Helander, Danilo, Federico Mattiello, Roberto Soriano, Erick Pulgar, Andrea Poli, Nicola Sansone, Mattia Destro, Riccardo Orsolini.

Zidane Datang, Hazard Perpanjang Kontrak Dengan Chelsea

Kubu Chelsea sedang diterjang badai gosip panas, dimana kali ini gosip datang dengan melibatkan sosok Zinedine Zidane yang kemungkinan bisa menjadi the next pelatih The Blues. Datangnya kabar ini telah memberikan nilai positif, dimana kedatangan Zidane akan merubah keputusan Eden Hazard untuk tetap bertahan lama di Stamford Bridge.

Spekulasi masa depan Hazard memang menarik perhatian publik, sudah sejak lama dirinya digosipkan tertarik bermain di Real Madrid. Beberapa waktu lalu, Hazard juga mengaku sudah memutuskan apa yang jadi masa depannya. Meski tidak menyebutkan secara jelas kemana dia akan pergi, namun banyak rumor menyebutkan jika klub itu adalah EL Real.

Chelsea sekarang ini memang sedang dirundu rasa malu, dan siap untuk memberikan sentuhan baru pada posisi pelatih. Maurizio Sarri yang didapuk jadi manajer pada awal musim 2018/19, kini sedang berada dalam ancaman pemecatan karena dianggap tidak berkualitas.

Memuncaknya isu ini tidak lepas dari situasi Chelsea di akhir pekan kemarin, dimana di luar dugaan Chelsea harus kalah dengan skor telak 6-0 dari Manchester City. Kekalahan ini membuat para petinggi geram, dan langsung mengeluarkan ancaman kepada Maurozzio Sarri.

Situasi ini lantas menimbulkan spekulasi baru dengan menyebut andai Sarri tak bekerja dengan baik. Zinedine Zidane jadi kandidat favorit. Sebab, pria asal Prancis kini tidak sedang punya kontrak dengan klub mana pun. Isu ini pun mendapat banyak respon positif.

Salah satunya adalah Eden Hazard yang sudah lama ingin pindah ke Madrid siap bertahan di Chelsea jika memang Zidane ditunjuk jadi manajer baru. Saat melatih Real Madrid, Zidane diklaim pernah mengajukan nama Hazard untuk dibeli kepada para petinggi klub.

Akan tetapi pihak Madrid tidak menggubris usulan tersebut dan hanya membiarkan Hazard berlama-lama di Chelsea. Sedangkan dari sisi Hazard, sangat terlihat jika dirinya ingin dilatih oleh Zidane.

Ronaldo Ingin Juve Rekrut Moh Salah

Sepakbola Liga Italia hari ini memberikan kabar mengejutkan yang datang dari jawara Serie A Italia, Juventus dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar 200 juta euro demi membajak Mohamed Salah dari Liverpool di bursa transfer musim panas mendatang.

Kabar ini tak lepas dari keinginan Cristiano Ronaldo yang mengagumi permainan kelahiran Mesir tersebut. Salah merupakan pemain krusial Liverpool dalam kedatangannya dari AS Roma di musim 2017 kemarin, sukses mendapatkan gelar pencetak gol terbanyak Premier League musim lalu. Kini sosok Salah sangat diandalkan dalam perannya membantu Liverpool menjadi juara musim ini.

Sejauh ini, Liverpool masih bersaing bebas dengan Manchester City dalam perebutan gelar juara Premier League, dimana The Reds unggul 4 poin dari mereka dengan raihan 64 poin. Meski demikian, fokus Salah mungkin saja terganggu dengan kabar burung yang datang dari timur tengah.

Media ternama Sky Sport Arabia menyebut bahwa Juve berminat merekrut Salah. Menurut isi tulisan mereka, Juventus mendapatkan dorongan dari Cristiano Ronaldo yang menginginkan kepada Salah musim depan. Tak lama setelah itu, pihak Juve langsung mencoba bernegoisasi dengan pihak Liverpool.

Ditambahkan kabar mereka menyebut Juve siap menggelontorkan dana sebesar 200 juta euro. Nominal itu akan membuatnya menjadi pemain termahal kedua di dunia setelah Neymar. Dan jika benar transfer itu terjadi, maka rekor transfer Juventus sebesar 100 juta euro untuk mendatangkan Ronaldo dari Real Madrid pada musim panas 2018 lalu akan tergeser.

Jika membedah sosok Salah, maka dia bukanlah pemain yang asing bagi Serie A Italia. Tercatat Salah pernah bermain bersama Fiorentina dan AS Roma. Untuk pertama kalinya, Salah menjabat sebagai pemain Fiorentina pada tahun 2015 dengan status pinjaman dari Chelsea.

Setelah itu pindah ke AS Roma dengan status pinjaman juga dari The Blues, sebelum akhirnya I Lupi mempermanenkannya pada tahun 2016. Jika di total, maka Salah tercatat pernah bermain sebanyak 65 kali di pentas Serie A dengan 29 gol dan tiga assist.

Prediksi Skor Bola Nice vs Lyon 11 Februari 2019

Prediksi Skor Bola Ligue 1 Malam Ini menghadirkan pertandingan antara Nice vs Lyon yang akan dilangsungkan Bein Sport pada hari Senin, 11 Februari 2019, pada pukul 03:00 WIB, bertempat di Alliaz Riviera.

Ligue 1 Perancis menjadi liga yang cukup seru di musim ini, dimana masih ada peluang dari semua tim 4 besar untuk menggeser Paris Saint Germain yang berada di puncak klasemen, termasuk Lyon yang akan berhadapan dengan Nice.

Kesempatan meraih kemenangan jelas berada pada kubu Lyon, dimana mereka sedikit unggul atas Nice yang di musim ini mengalami penurunan performa. Buktinya mereka hanya mampu bertengger di peringkat 10 besar, sementara Lyon berada di peringkat 4 besar.

Keadaan ini tidak sepenuhnya membuat Lyon lebih pantas diunggulkan, terbukti mereka mampu meraih kemenangan dikandang Lyon disaat pertemuan pertama kedua tim kemarin. Dengan kata lain, akan ada peluang bagi Nice menang dikandang sendiri.

Terlepas dari itu semua, patut juga menjadi pertimbangan bahwa situasi dan mentalitas dari Lyon berbeda. Sekarang mental mereka cukup baik dengan mampu bertahan di 4 besar, dan pastinya ambisi meraih kemenangan akan selalu tertanam di setiap pemain.

Dalam hal ini, tim kami lebih melihat skor imbang pantas menutup pertandingan hari ini. Skor yang pantas adalah 1-1 sebagaimana kedua tim bermain ngotot karena sama-sama membutuhkan 3 poin, terlebih khusus tuan rumah.

Head To Head Nice vs Lyon:

01.09.18 Lyon 0 : 1 Nice
20.05.18 Lyon 3 : 2 Nice
26.11.17 Nice 0 : 5 Lyon
21.05.17 Lyon 3 : 3 Nice
15.10.16 Nice 2 : 0 Lyon

5 Pertandingan Terakhir Nice:

02.02.19 Lille 4 : 0 Nice
27.01.19 Nice 2 : 0 Nimes
20.01.19 Reims 1 : 1 Nice
17.01.19 Monaco 1 : 1 Nice
13.01.19 Nice 1 : 0 Bordeaux

5 Pertandingan Terakhir : Lyon:

08.02.19 Guingamp 1 : 2 Lyon
04.02.19 Lyon 2 : 1 Paris SG
27.01.19 Amiens 0 : 1 Lyon
25.01.19 Amiens 0 : 2 Lyon
21.01.19 St Etienne 1 : 2 Lyon

Puran Nice vs Lyon

Nice 1:0 Lyon

Pasaran Skor Nice vs Lyon

Nice 1-2 Lyon

Prediksi Susunan Pemain:

Nice: Mike Maignan, Jose Fonte, Adama Soumaoro, Edgar Ie, Youssouf Kone, Thiago Mendes, Xeka, Jonathan Bamba, Jonathan Ikone, Nicolas Pepe, Rafael Leao.

Lyon: Anthony Lopes, Leo Dubois, Marcelo, Jason Denayer, Ferland Mendy, Tanguy Ndombele, Houssem Aouar, Maxwel Cornet, Nabil Fekir, Memphis Depay, Moussa Dembele.

Ingin mendapatkan berita lebih lengkap soal prediksi skor bola, berikut ada pertandingan yang lebih seru lainnya yang bisa Anda dapatkan disini >>> Berita Bola Liga Italia antara Sassuolo vs Juventus.

3 Wonderkid MU Yang Siap Bersinar

3 Wonderkid MU Yang Siap Bersinar

Jika ingin mengklaim Akademi Sepak Bola Manchester United sebagai akademi terbaik di dunia, maka hal itu sangat wajar karena mereka sudah berdiri sejak tahun 1930. Sejatinya akademi Setan Merah ini baru benar-benar diresmikan pada tahun 1998 dengan peralihan organisasi sepak bola muda di Inggris.

Dengan basis pelatihan di AON Manchester United. Akademi ini sudah menghasilkan banyak pemain hebat selama bertahun-tahun. Sebuh saja lima pemain yang berpenampilan terbanyak di skuat inti adalah hasil dari akademi sendiri macam Ryan Giggs, Bobby Charlton, Bill Foulkes, Paul Scholes dan Garry Neville.

Kini generasi terus berjalan dimana menghadirkan nama-nama baru macam Marcus Rashford, Jese Lingard, Paul Pogba dan Scott McTominay merupakan lulusan akademi United. Tak berhenti sampai disitu saja, kini Manchester United bersiap memunculkan pemain muda berbakat yang bisa menjadi tulang punggung mereka di masa depan.

Berikut 3 pemain akademi Manchester United yang bersiap berkembang di level yang lebih tinggi.

Joshua Bohui

Joshua Bohui mu

Joshua Bohui resmi bergabung pada musim 2016. Saat itu, dia masih berusia 17 tahun. Dengan keunggulan kecepatan dan fisik yang kuat berhasil membuat pelatih kepala Manchester United U-18, Kieran McKenna, terkesan.

Sampai sejauh ini, sang pemain sudah mengoleksi 15 gol untuk tim junior Setan Merah dan membuat delapan assist. Dengan catatan ini, maka tidak bisa diragukan lagi Manchester United siap mencoba kemampuan Bohui.

Tahith Chong

Wonderkid MU

Tahith Chong berhasil mengambil hati fans senior Manchester United. Ketika itu dia berkesempatan tampil di ajang Piala FA melawan Reading FC. Beruntung bagi dirinya berhasil memberikan kontribusi positif atas kemenangan Setan Merah.

Berbeda dengan Joshua, Tahith Chong diboyong Manchester United dari Feyenoord di musim 2016. Beruntung bagi sang pemain karena mendapat respon positif dari Jose Mourinho. Di level junior, Chong sudah mengoleksi 5 gol dari 13 penampilan di Premier League 2 musim ini.

Dengan kecepatan dan skill yang mampu menusuk jantung pertahanan lawan, maka tidak salah jika Chong menjadi salah satu bintang masa depan Manchester United yang bisa dicoba.

Mason Greenwood

Mason Greenwood mu

Proyek paling besar di akademi sepak bola Manchester United sekarang adalah Mason Greenwood. Skill dan kualitas permainannya sangat diperhatikan oleh Manchester United. Terbukti di musim ini dia selalu tampil di 10 pertandingan bersama Manchester United U-18 dengan mencetak 13 gol dan empat assist.

Dengan usia masih muda, 17 tahun, dia sudah memiliki kecepatan dan kamampuan mengontrol bola yang bisa menjadikan masa depan cemerlang Setan Merah. Jika Ole Gunnar Solskjaer mendapat kontrak permanen pada musim depan, Greenwood di prediksi akan masuk dalam rencana Manchester United.

Status Pembayaran Piatek ke Milan Bermasalah

AC Milan sejatinya sudah memastikan diri mendatangkan amunisi baru untuk lini depan dari Genoa bernama Krzysztof Piatek. Pembenaran ini juga di sampaikan langsung oleh Presiden Klub Genoa, Enrico Preziosi yang mengungkapkan proses transfernya berjalan lancar.

Menariknya disini sang presiden memberikan sindiran terkait skema pembayaran uang transfer sang pemain yang masih bermasalah. Dengan status sebagai pemain permanen, Piatek akan berada di San Siro hingga musim panas 2023, dan yang lebih menarik ketika tidak ada konfirmasi besarnya transfer yang dikeluarkan Milan kepada Genoa.

Usut punya usut, Piatek dibayar Milan dengan mahar 35 juta euro, dan sang pemain sendiri sudah bermain sejak 26 Januari kemarin, saat Milan main melawan Napoli. Meski sudah resmi bermain dan berstatus permanen, namun ternyata transfernya masih sedikit bermasalah.

Sang presiden klub Genoa pun bereaksi dengan menyebut Milan belum membereskan skema pembayaran yang sudah di tentukan sebelumnya.

“Pembayaran Piatek belum sama sekali berjalan. Saya akan meminta lebih banyak jika tidak. Ini mengartikan bentuk pembayaran yang belum jelas. Itu adalah kesepakatan yang menarik bagi kami dan dirinya, bahkan jika ia membuat fans Genoa kecewa,” cetus Preziosi.

Terlepas dari kasus itu, nampaknya Piatek sudah nyetel dengan permainan Milan, sebagaimana dia sudah mencetak 3 gol. 2 Gol di cetak ketika berhadapan dengan Napoli di Coppa Italia dan satu gol lagi ke gawan AS Roma di pentas Liga Italia.

Berkaca pada momen ini, jelas saja Milan merasa sangat senang dan beruntung bisa mendapatkan penyerang tajam yang masih berusia 23 tahun tersebut. Melihat dampak positif ini, Preziosi pun ikut berbahagia atas hasil mantan pemainnya tersebut.

“Saya senang dia memulai dengan sangat baik di Milan. Saya memberi mereka pemain penting dan dia memberi kami sebuah kepuasan yang berarti sebuah jawaban,” tutupnya.

Douglas Costa Terlibat Kecelakaan Horor

Pecinta Berita Bola Liga Italia kembali dikejutkan oleh kebar tidak sedap yang datang dari salah satu bintang Juventus, Douglas Costa. Pemain yang memiliki kecepatan dan skill dewa ini diklaim terlibat dalam kecelakaan horor di sebuah jalan sepi kota Italia.

Douglas Costa menjadi salah satu peman krusial dalam membantu misi Juventus menjadi jawara Italia. Sejak di datangkan dari Bayern Munchen pada musim 2017 kemarin, namanya menjelma sebagai bintang andalan Juventus dalam pertandingan-pertandingan besar.

Kepercayaan Juventus pun berhasil dibayar lunas oleh Costa dengan raihan dua gelar domestik pada musim kemarin. Kini musim telah berubah, dan tidak sama lagi bagi sang pemain karena di musim ini Costa lebih banyak dimainkan sebagai pemain pengganti.

Catatan menjelaskan bahwa dari total 17 penampilan di Serie A, pemain kelahiran Brasil ini hanya bermain dengan status starter sebanyak tujuh kali, sedangkan 10 lainnya sebagai pengganti. Kondisi ini pun sempat melahirkan gosip sang pemain sudah tidak betah di Turin dan siap angkat kaki jika ada tim yang tertarik.

Kecelakaan Horor Kembali Angkat Nama Costa

douglas costa kecelakaan

Douglas Costa sepertinya tidak ingin lepas dari kabar-kabar besar, dan kali ini dia kembali menghebohkan publik dengan terlibat kecelakaan horor. Berdasarkan laporan pihak yang berwenang, insiden tersebut terjadi pada sebuah jalan di antara Livorno Ferraris dan Santhia, Italia Utara.

Douglas Costa yang pada waktu ini menggunakan mobil Jeep Cherooke harus menerima kenyataan, karena mobil yang dikendarainya menabrak Fiat Punto milik pria berumur 47 tahun. Beruntung bagi Douglas Costa karena dia tidak mengalami luka sedikit pun.

Menariknya disini ketika insiden itu lebih menyudutkan sang pria yang ditabrak. Dimana pria 47 tahun tersebut harus dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan. Dengan kepastian ini, bisa disebut bahwa momen negatif ini bukan yang pertama.

Pada awal musim 2018-2019, dia sempat melakukan tindakan yang kurang terpuji kala Juventus bertemu dengan Sassuolo. Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Tapi, beberapa menit berselang, Douglas Costa diusir keluar lapangan lantaran dihadiahi kartu merah karena melakukan tindakan yang kurang terpuji terhadap pemain Sassuolo, Federico di Francesco.

Tindakan parah itu berupa meludahi anak dari pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco tersebut. Tak hanya diusir keluar lapangan oleh wasit, namun akibat sikap buruk itu Douglas Costa harus absen selama 4 pertandingan berdasarkan putusan hukuman yang dikeluarkan oleh Federasi Sepak bola Italia (FIGC).

Sampai saat ini belum ada kepastian kebenaran resmi dari pihak Juventus selaku klub yang dibela oleh Douglas Costa. Namun pada konsep dasarnya, pihak klub biasanya mengeluarkan hukuman ringan kepada sang pemain yang dianggap melanggar kedisiplinan sebagaimana pemain profesional terikat janji disiplin baik di dalam maupun di luar lapangan.

Kalahkan Cardiff City, Arsenal Kudeta Posisi Chelsea

Arsenal

Kemenangan Arsenal atas Cardiff City disebut sangat berarti untuk Unai Emery. Pasalnya, kemenangan itu membuat The Gunners menggeser Chelsea di posisi empat sekaligus menjaga asa Arsenal di persaingan finis di zona Liga Champions.

Pertandingan itu berlanysung cukup sulit bagi The Gunners, Cardiff City mampu memberikan tekanan kepada mereka. Arsenal baru bisa memecah kebuntuan di menit ke-66 melalui eksekusi penalti Pierre-Emerick Aubameyang.

Emery mengakui pertandingan itu cukup sulit, perbedaannya begitu tipis. Dia juga menyebut permainan Arsenal sedikit menurun di babak pertama, tapi mereka bisa berkembang di babak kedua. Baginya, kemenangan itu juga sangat penting, pasalnya saat yang sama Manchester United cuma imbang.

Tiga Poin Penting
Arsenal saat ini berada di peringkat keempat klasemen sementara dengan 47 poin dari 24 pertandingan. Mereka menggeser Chelsea yang di saat bersamaan dikalahkan Bournemouth, tapi juga harus berhati-hati dari kejaran MU di peringkat keenam.

Faktor itulah yang membuat Emery meyakini tambahan tiga poin itu sangat penting untuk timnya. “Saya bahagia. Perbedaan dalam pertandingan ini hanya soal detail-detai kecil,” ungkap Unai Emery di Sky Sports.

“Kami mengalami banyak kesulitan dalam pertandingan ini namun tambahan tiga poin kali ini sangatlah penting. Newcastle United menang, Burnley bermain imbang dengan Manchester United, dan kami menang.”

Arsenal Pantas Menang
Lebih lanjut, Emery percaya Arsenal memang pantas menang atas Cardiff City. Setelah bermain standar di babak pertama, mereka mau menyadari kekurangan mereka dan tampil jauh lebih baik di babak kedua untuk mencetak dua gol.

“Kami bermain jauh lebih baik di babak kedua, menguasai pertandingan dan menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol. Secara keseluruhan, saya pikir kami pantas mendapatkan hasil di babak kedua,” demikian tutup Unai Emery.

Solskjaer Setingkat Di Atas Guardiola dan Ancelotti

Ole Gunnar Solskjaer

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer gagal mempertahankan tren kemenangan berturut-turut MU. Namun, Solskjaer disebut sudah setingkat di atas Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti. Dalam hal apa?

Menjamu Burnley di Old Trafford, Rabu (30 Januari 2019) dini hari WIB, MU dalam kepercayaan diri tinggi usai rentetan delapan kemenangan berturut-turut di seluruh kompetisi, tujuh di liga dan dua di Piala FA.

Kedatangan Solskjaer mengubah segalanya dan membuat MU tampil ganas seperti raksasa Eropa. Namun, Burnley mampu memberi kejutan ketika mereka unggul dua gol lebih dulu melalui Ashley Barnes pada menit ke-51 dan Chris Wood di menit ke-81.

Penalti Paul Pogba di menit ke-87 membuka harapan bagi The Red Devils meraih poin sebelum akhirnya Victor Lindelof menjebol gawang yang dikawal Joe Hart di menit ke-91. Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan usai.

Rentetan kemenangan MU pun terhenti di angka enam namun Solskjaer tetap bisa menepuk dada pasalnya debutnya sebagai manajer MU, walaupun berstatus sebagai manajer sementara, tetap lebih baik ketimbang dua nama top, Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti.

Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti sempat memegang rekor sebagai manajer dengan start terbaik pada debutnya sebagai manajer di tim Premier League.

Dari tujuh pertandingan awal Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United di Premier League, manajer berkebangsaan Norwegia ini berhasil meraih 19 poin hasil dari enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Sementara, Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti sama-sama membukukan 18 poin dalam kurun waktu serupa, enam kemenangan dan satu kali imbang.

Kegagalan pertama Guardiola meraih angka penuh di liga ketika Manchester City dikalahkan Tottenham Hotspur 0-2 di musim 2016/2017, sementara Ancelotti saat Chelsea menelan kekalahan 1-3 atas Wigan Athletic.

Piatek Ingatkan Gattuso Pada Rekan Setimnya Dulu

Piatek-AC-Milan

Manajer AC Milan, Gennaro Gattuso, melihat bahwa sosok Krzysztof Piatek sangat mirip dengan rekan setimnya dulu. Dia adalah penyerang asal Denmark yang pernah memperkuat Il Rossoneri, Jon Dahl Tomasson.

Tomasson merumput di San Siro selama tiga musim, terhitung dari tahun 2002 lalu. Selama membela klub asal kota mode itu, ia mengoleksi total 113 penampilan dan membukukan 35 gol. Juga meraih empat gelar penting bersama Rossoneri.

Pria yang juga sempat bermian untuk VfB Stuttgart dan Villarreal itu mengakhiri karirnya di klub Belanda, Feyenoord, pada tahun 2011. Kini, Jon Dahl Tomasson sedang melakoni karirnya dalam dunia kepelatihan dengan menjadi asisten Age Haraide di Tim nasional Denmark.

Mirip Jon Dahl Tomasson
Gattuso, yang pernah satu tim dengan Tomasson, mengaku teringat akan dirinya saat melihat Krzysztof Piatek. Baginya, pemain yang baru saja direkrut dari Genoa dengan mahar 36 juta euro tersebut punya beberapa kesamaan dengan Tomasson.

“Krzysztof Piatek membuat saya teringat akan Jon Dahl Tomasson. Mereka berdua punya beberapa karakteristik yang mirip,” tutur Gennaro Gattuso kepada Milan TV menjelang pertandingan Coppa Italia kontra Napoli, Rabu (30 Januari 2019) nanti.

“Jon Dahl Tomasson tak pernah berhenti berlatih dan memberi kami bantuan besar, juga ketika dia bermain sejak awal,” lanjut Gennaro Gattuso.

Piatek Senang Mengamati
Pada pertandingan melawan Napoli di ajang Serie A hari Minggu (27 Januari 2019), di mana kedua tim bermain imbang 0-0, Piatek turut berpartisipasi sebagai pemain pengganti. Gattuso sendiri mengaku suka dengan gaya bermain Piatek.

“Krzysztof Piatek baru saja datang ke sini, tapi saya suka melihat permainnya. Dia suka mengamati, berbicara, dan turut serta dalam struktur di sini secara langsung,” lanjut Gennaro Gattuso.

Piatek sendiri direkrut AC Milan untuk jadi pengganti Gonzalo Higuain yang memilih hengkang ke Chelsea beberapa hari lalu. Bersama Genoa, ia berhasil mengoleksi total 19 gol dari 21 penampilannya di Serie A maupun Coppa Italia.